” Perjalanan “

BALI dulu dan kini ”

Bali , siapa yang tak mengenal salah satu pulau terindah di Indonesia ini , wisatawan domestic maupun luar negeri pasti sudah mengenal Bali . Bali identik keindahan alam serta budayanya yang lain daripada lainnya .

Siapa yang tak mengenal lukisan atau ukiran khas Bali , dari alam pegunungan sampai pantai yang indah semuanya ada di Bali , disamping itu penduduk Bali terkenal sebagai warga yang relegius ramah tamah sertya murah senyum . Cuma sayangnya Bali sekarang tak seramah dulu lagi . Mengapa saya bilang tak ramah seperti dulu ? jika dahulu antara tahun 80 an tidak pernah sekalipun kita mendengar terjadinya pembunuhan , pencurian atau perampokan . Mengenai kejujuran di Bali Saya penah mengalaminya sendiri dimana pada waktu itu kendaraan yang melayani perjalanan antara pulau Bali ke Jawa atau ke LOmbok belum semudah seperti sekarang , ceriteranya saya datang dari Pulau Sumbawa dengan membawa titipan barang untuk dibawa ke Surabaya , tapi ternyata sewaktu saya berangkat ke Jawa saya lupa membawa barang titipan itu yang ternyata tertinggal di terminal Suci pada waktu itu . Setibanya di Surabaya saya baru sadar bahwa saya membawa barang titipan orang , dan sebagai tanggung jawab saya segera ke Bali lagi untuk mencari barang titipan tersebut. Selang 2 hari kemudian saya baru bisa berangkat ke Bali lagi, bukan apa2 karena pada waktu itu jika ingin ke Bali harus pesan ticket busnya dahulu . Sesampai di Bali ternyata barang titipan tersebut masih terletak dimana saya menaruhnya beberapa hari yang lalu .
Ada lagi pengalaman tentang kejujuran di Bali , suatu ketika saya berkunjung ke pulau Bali kembali ,tetapi saat itu saya mengemudi mobil sendiri dari Surabaya . Sesampainya di Bali saya mencari alamat yang saya tuju , dan dalam pencarian alamat tersebut secara tidak sengaja memasuki jalan yang terdapat rambu larangan masuk . Ketika saya memasuki jalan tersebut ternyata ada seorang petugas jalan raya yang langsung menghentikan laju mobil saya , setelah berhenti petugas itu menanyakan kelengkapan surat2 dari mobil yang saya kemudikan tersebut . Dengan gemetar dan was2 saya menyerahkan surat2nya , singkat kata sang petugas telah memeriksa surat2 yang saya sodorkan dan mulai bertanya

  • ” Bapak datang dari Surabaya ?”
  • ” Betul pak saya baru datang “.jawab saya singkat
  • ” Tujuan bapak kemana ” ujarnya lagi
  • ” Saya mau ke Jalan Hangtuah pak ” jawab saya sambil berfikir bahwa saya akan kena tilang .
  • ” Bapak sudah pernah ke Bali atau ke Jalan Hangtuah ?”.
  • ” Belum pernah sama sekali , makanya saya sampai melanggar rambu tanpa menyadarinya “
  • Saya lihat sang petugas tampak manggut2 dan segera berujar ” Seharusnya Bapak kena tilang karena melanggar rambu larangan , tapi berhubung Bapak belum pernah masuk ke Bali , dan belum tahu jalan ke tujuan bapak , maka mari saya antarkan “.
  • ” Terima kasih Pak , tapi saya ingin tahu bagaimana dengan urusan pelanggaran saya pak”. saya makin penasaran dengan ini.
  • Kemudian sang petugas menanggapi omongan saya ” Begini Pak , kalau benar Bapak baru pertama kali berkendaraan di Bali , untuk kali ini saya beri pengampunan . Tapi lain kali Bapak jika masuk ke Bali masih melanggar rambu2 larangan saya tidak segan2 menindak Bapak “.

Saya jadi terbengong2 dengan perkataan sang petugas tadi . Singkat kata sesampai di alamat yang saya tuju saya segera mengucapkan terima kasih kepada sang petugas tersebut .

  • ” Terima kasih pak telah mengantar saya sampai di tujuan “.
  • ” Sama2 pak , ini sudah tugas saya , permisi “. sang petugaspun berlalu dengan sepeda motor patrolinya .

Setelah petugas tersebut saya masih belum habis berfikir kok masih ada petugas yang seperti itu , betapa mulianya petugas tersebut sudah panas2 masih mau mengantar orang yang tidak tahu jalan sampai ke tujuan tanpa imbalan apapun .

Setelah bertahun2 saya tidak pernah ke Bali , suatu saat saya memasuki Bali kembali namun ,kali ini saya menggunakan mobil barang bermuatan . Saya berangkat dari Surabaya sekitar pk 17.00 dengan harapan saya bisa sampai sekitar pkul 03.00 dengan harapan setelah membongkar muatan saya bisa langsung balik ke Surabaya . Tapi apa mau dikata ternyata rencana tinggal rencana yang tiba2 berubah penyebabnya adalah setibanya saya di pelabuhan Gilimanuk pada waktu dipintu keluar pelabuhan saya diberhentikan oleh seorang petugas yang ingin memeriksa kelengkapan surat2 saya . Setelah diperiksa saya diperintah oleh sang petugas untuk memparkirkan mobil saya didepan sebuah kantor . Saya masih belum tahu mengapa saya harus parkir dahulu , setelah memparkirkan mobil saya menunggu petugas tadi . Sejam dua jam saya masih menunggu ternyata sang petugas tidak menanyakan apapun pada saya , karena kesal menunggu akhirnya sayapun menanyakan kepetugas yang tadi .

  • ” Saya masih harus menunggu apa lagi pak ” saya bertanya kepada petugas sambil mendongkol.
  • ” Anda masuk saja ke kantor itu “,sahut petugas sambil menunjuk ke kantor tempat saya parkir tadi.Sambil menggerutu saya kembali ke mobil .

Sewaktu saya menuju mobil saya bertemu seseorang yang kebetulan baru keluar dari kantor tersebut dan secara spontan saya bertanya .

  • ” Permisi mas , kalau sudah disini ini terus mau diapakan lagi mas , karena saya sudah tiga jam menunggu tapi tidak ada petugas yang menghiraukan “. Gerutu saya .
  • ” Mas masuk aja dengan membawa surat2nya “
  • ” saya tadi kan sudah diperiksa surat2 saya “.
  • ” iya mas tadi………. tapi mas kan belum lapor ke kantor ini “.
  • ” Tapi jangan lupa mengisi surat anda dengan lima ribuan , kalau tidak begitu anda tidak bisa berangkat ” imbuh si mas tadi .

Dengan bergegas saya menuju kantor tersebut dengan membawa surat2 dan tak lupa menyelipi surat dengan lima ribuan seperti saran simas tadi . Memang benar apa yang dikatakan oleh mas tadi itu coba saya tidak bertanya pada si mas pasti sampai besokpun saya belum keluar dari pelabuahan .
Setelah selesai dengansegala urusan tadi sayapun meneruskan perjalanan yang terhambat tadi, baru berjalan lima menit saya dihentikan lagi oleh petugas yang lainnya dan memerintahkan saya untuk masuk ke dalam areal yang telah disediakan . Kejadian seperti yang pertama tadi berulang dan ceriteranya juga sama dengan yang pertama tadi . Setelah selesai urusannya saya melanjutkan perjalanan yang sudah tertunda selama enam jam dimana seharusnya saya sudah kembali ke Surabaya lagi . Itupun belum selesai dari segala masalah karena saya menghitung ada empat pos lagi yang harus saya lewati dan seperti yang tadi juga setelah menanyakan surat2 lalu tanya yang dimuat apa padahal pada surat karantina telah disebutkan muatannya apa dan naga2nya adalah selipan di surat seperti yang tadi .

Dengan Pengalaman yang baru ini saya jadi bertanya2 apakah petugas yang berdinas di Bali sekarang telah terkena pengaruh mental para petugas di Jawa ………..Karena petugas di Bali era 2010 tidak sama mentalnya dengan para petugas era 80 an yang santun . Dari pengalaman diatas saya jadi lebih pintar , dimana jika saya ke Bali dengan menggunakan mobil barang saya harus menyediakan uang kecil agar perjalanan saya jadi lancar dan itu sudah sya buktikan dalam perjalanan saya yang kedua ketiga keempat dan seterusnya , asal tidak membawa barang2 terlarang atau jika bermuatan tanaman , atau hewan yang tdak dilarang harus melengkapi dengan dokumen dari karantina . DEmikian pengalaman saya keliling Jawa Bali sejak tahun 80 an sampai tahun 2010 semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: