” Pegawai Kantor Pajak “

Dalam perjalanan menuju ke Mataram sengaja saya tidak menggunakan pesawat terbang seperti biasanya dikarenakan kantong saya lagi kempes dan kebetulan juga hari itu harga ticket pesawat terbang sedang mahal-mahalnya buat ukuran kantong saya . Dan yang paling mudah dan murah adalah naik bus malam saja , biar lama asalkan sampai .

Pada saat itu kebetulan saya mendapatkan tempat duduk berdampingan dengan seorang Bapak2 yang tampak lelah karena perjalanan panjang , dan karena perjalanan ini sangat lama saya mulai membuka pembicaraan dengan sang bapak untuk membuka kekakuan didalam perjalanan ini .

  • ” Mau ke Mataram Bapak ? .”
  • ” Betul dik , saya mau menengok cucu disana dan adik mau ke Mataram juga ?.”
  • ” Iya pak mau menengok keponakan pak , Bapak tinggal dimana ?.”
  • ” Saya tinggal di Jakarta dik .” jawab beliau .
  • ” Kok tidak naik pesawat terbang saja pak kan bisa lebih cepat ”
  • ” Memang bisa lebih cepat , cuma kalau saya naik pesawat nanti saya tidak bisa membelikan oleh2 buat cucu2 saya “.
  • ” Bapak masih bekerja pak ? ” saya coba bertanya lagi .
  • ” Tidak dik saya baru dua bulan pensiun ”
  • ” Memangnya bapak dulu bekerja dimana ? ” tanya saya lagi .
  • ” Saya dulu bekerja dikantor pajak “.
  • ” Yang saya dengar pegawai pajak dapat pensiunnya banyak juga ya pak ? dan lagi pula yang saya dengar pegawai pajak pada setiap waktu pengisian SPT selalu mendapatkan proyek besar yaitu kong kalikong pajak pak “.
  • ” Tidak semuanya begitu dik , jangan selalu membayangkan setiap pegawai pajak mau dan bisa berbuat begitu , ada pegawai kantor pajak yang betul2 hanya mengabdikan dirinya untuk pekerjaannya dan saya juga tahu tidak sedikit oknum2 yang mau berbuat seperti itu ” katanya .
  • ” Seperti begini contohnya , ketika saya masih bekerja pada seorang boss , saya selalu mengantar beliau ke kantor pajak pada setiap pengisian SPT . Suatu saat dengan lancangnya saya membuka dokumen boss saya tersebut dan apa yang saya lihat isi dari dokumen tersebut membuat saya benar2 terkejut , betapa tidak jika dalam dokumen tersebut ternyata boss saya tidak mencantumkan pajak penghasilan yang didapat dengan sebenarnya . Seandainya pajak penghasilannya dibayarkan dengan benar sesuai dengan penghasilannya maka akan sangat jauh nilainya dengan apa yang diajukan ke kantor pajak . Dan pada waktu pengajuan sPT tersebut boss saya selalu tidak mau membawa dokumennya secara langsung ke dalam kantor pajak tapi dia sendiri langsung masuk kekantor pajak tapi tak lama kemudian keluar bersama seorang pegawai pajak dan yang pasti beliau2 langsung meluncur ke restaurant cuma sayangnya saya tidak tahu apa yang beliau berdua bicarakan karena saya harus menunggu di mobil . Yang jelas setelah selesai acara makan2 tersebut boss saya menyerahkan dokumen yang dibawanya kepada pegawai pajak tersebut dan si pegawai pajak selau bilang ” Beres Boss “.
  • ” Yaitu dik yang saya bilang tadi bahwa tidak semua pegawai pajak berbuat seperti itu ” bantah si Bapak .
  • ” Yang lebih aneh lagi , setiap selesai transaksi pajak , boss saya selalu menyuruh untuk membawakan sesuatu untuk diantar ke rumah pegawai pajak yang saya ceriterakan tadi . Entah itu berupa amplop tebal atau alat2 elektronic terbaru atau barang2 mewah lainnya , sehingga saya selalu berfikir enak betul menjadi seorang pegawai pajak ya , saya saja yang sudah bekerja pada boss saya selama ber-tahun2 belum pernah sekalipun di beri bingkisan seperti itu ”
  • ” He…..he….he….” si Bapak tampak terkekeh2 mendengar ceritera saya , lalu dia melanjutkan pembicaraannya
  • ” Sekarang begini dik , adik ini dulu sekolah sampai dimana ?”
  • ” Cuma sampai sekolah dasar saja pak ” jawab saya secara jujur .
  • ” Lha wong adik ini cuma lulusan sekolah dasar kok kepingin mendapatkan bingkisan dari bossnya , yang bisa mendapatkan bingkisan ya cuma orang2 yang sekolahnya tinggi dan bayar sekolahnya pakai duwit dik , karena mereka pintar ya…. mereka itulah yang bisa mendapatkan bingkisan seperti itu “.
  • ” Betul juga ya pak , kalau orang seperti saya ini bisa diterima bekerja pada seseorang saja seharusnya bersyukur masih ada orang yang mau menerima saya bekerja ”
  • ” Itulah dik……..karena sekarang ini banyak orang2 pintar tapi saya anggap hanya pintar membodohi temannya sendiri he….he….he……”

Tanpa terasa bus sudah memasuki pelabuhan Ketapang , sambil menunggu bus masuk ke dalam ferry saya mengajak si Bapak turun dari bus untuk sekedar mencari kopi . Dan si Bapak rupanya butuh yang hangat2 juga , sambil berjalan kepinggir pelabuhan saya melanjutkan pembicaraan tadi .

  • ” Jabatan Bapak di kantor pajak dulu apa pak ?”
  • ” Saya hanya seorang pegawai rendahan dik , kerja saya cuma nganterin dokumen dari meja ke meja “.

Pantas saja dari tadi beliau cuma manggut2 mendengarkan apa yang saya ceriterakan , ternyata beliau adalah hanya seorang pengantar dokumen dari meja kemeja , saya berkata dalam hati . Coba saja si Bapak seperti pegawai kantor pajak yang sedang membuat heboh saat ini dimana dia baru bekerja selama lima tahun tapi bisa memiliki rekening ber-miyar2 rupiah , tentunya si Bapak tidak akan mau ber-lelah2 naik bus dari Jakarta sampai Mataram untuk menengok cucunya . Bapak yang satu ini walaupun telah bekerja di Kantor Pajak selama berpuluh tahun toh tampaknya hidup pas2an , saya tidak tahu karena kejujurannya atau memang dia tidak pernah mendapatkan promosi jabatan dari atasannya atau karena pendidikannya rendah . Entahlah………

Iklan

2 Tanggapan

  1. Waow, saya suka baca tulisan dan jalan ceritanya. Terus berkarya sobat…

  2. terima kasih masih mau baca posting saya , jabat erat buat smua crew scbs radio Lombok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: