” Obrolan Pagi “

Senin pagi yang gerah di kotaku Surabaya , pagi ini aku ingin sekali melemaskan otot2ku yang kaku ini . Dengan berjalan mengitari sebuah taman beberapa putaran dan ketika peluh sudah membasahi kaos lusuhku maka akhirnya aku berhenti di samping penjual air mineral dan rokok di pinggir lapangan . Setelah beberapa saat pak tua penjual air mineralpun menawarkan dagangannya .

  • ” Mau minum mas ? “
  • ” Air mineral aja pak ” jawabku .

Dengan ter-tatih2 pak tua mengambilkan segelas air mineral dan menyorongkan padaku .

  • ” Terima kasih pak “
  • ” Rokoknya sekalian mas ? ” pak tua menawarkan dagangannya .
  • ” Lho rokok kan diharamkan oleh Muhammadiyah pak ? “.
  • ” yah begitulah mas katanya , tapi kalau rokok diharamkan terus bagaimana cara kami mencari nafkah ?. Saya kan mampunyahanya bejualan rokok dan air mineral ini , lagi pula kalau rokok diharamkan bagaimana dengan nasib para pekerja pabrik rokok, petani tembakau dan lainnya yang berhubungan dengan industri rokok lagipula kalau saya disuruh berjualan air mineral saja

    berapa untungnya mas . Apa cukup untuk memberi makan anak istri saya ? ‘.Si bapak menimpali .

  • ” Kenapa tidak berdagang lainnya saja pak ? ” timpalku .
  • ” Mas….. mas kayak nggak tahu aja , siapa yang mau memberi modal buat kami wong cilik ini ini mas , lagian kalau adamodal terus mau berdagang apa ? mau berdagang makanan di pinggir jalan takut digusur oleh satpol terus mau berdagang apalagi , mau jualan narkoba juga dilarang oleh hukum he….he…..he……”. si bapak terkekeh sendiri .
  • ” Kan ada kredit dari pemerintah buat pedagang kecil seperti bapak ini ? “.
  • ” Iya ada sih , tapi prosedurnya itu lho “.
  • ” Kenapa pak ?. “
  • ” Minta surat ini itu dan kalau surat2nya sudah lengkap belum tentu bisa dikabulkan permohonan kreditnya . Saya pribadisih bisa mengerti kenapa prosedurnya harus begitu , karena bank sendiri takut dikemplang oleh nasabahnya walau nilaikreditnya hanya dua sampai tiga juta rupiah , kalau yang ngemplang satu dua sih nggak seberapa , lah kalau yang ngemplang

    ribuan coba bayangkan berapa kerugian bank nya belum lagi para nasabah yang mempunyai tanggungan kredit ber milyar2 rupiah

    dan berusaha ngemplang utangnya . Mas ingat enggak kasus bank century yang sekarang sudah agak samar2 nggak tahu kemana

    juntrungannya , kita belum tahu akhir kisah dari uang negara yang enam koma tujuh triliun itu mengalirnya kemana , siapa

    yang memakannya atau apa mungkin hilang begitu saja ditelan oleh bumi “.
    Saya berkata dalam hati , ternyata bapak yang

    satu ini bukan orang bodoh seperti kaum marjinal kebanyakan , ilmu pengetahuannya luas juga .

  • ” Kenapa bapak dulu tidak menjadi pegawai saja ? .”
  • ” Sebenarnya dulu saya sudah melamar sebagai pegawai , tapi nggak tahulah nasib atau apa yang menimpa saya sehinggatidak bisa diterima jadi pegawai , padahal yang ilmu pengetahuannya dibawah saya bisa diterima , dan dari informasi yangpernah saya dengar , katanya kebanyakan anaknya pejabat atau saudaranya seorang pejabat yang sedang berkuasa gitu lho ,

    walaupun orangnya bodoh tetap bisa masuk menjadi pegawai karena koneksi mas………”.

  • ” Bisa saja bapak ini “.
  • ” Bener lho mas bukan saya meng-ada2 , kenyataannya begitu kok . Coba lihat saja sendiri keadaan negeri kita sekarangini , seandainya pegawai atau pejabat2 kita orang2 yang kapable dengan pengetahuannya dan tidak mementingkan diri sendirigolongan serta keluarganya tentu ekonomi negara kita pasti akan lebih maju bila dibandingkan dengan negara lain dan tidak

    ada orang miskin di negara kita ini . Sekarang mas bandingkan dengan negara Kenya , yang peta geologinya adalah daerah

    tandus tapi kenapa mata uang negara Kenya lebih tinggi nilainya jika di kurs kan dengan dollar dan itu artinya apa ? .

    Sedangkan Indonesia ini semuanya kita punya , dari pertanian , kelautan , minyak , tambang dan lainnya , dimana hasilnya

    seharusnya bisa digunakan untuk memakmurkan rakyatnya , tapi apa yang terjadi sekarang ? banyak anak2 atau orang tua yang

    terlantar , mereka yang seharusnya menjadi tanggungan negara dibiarkan terlantar kesana kemari tanpa keperdulian dari yang

    seharusnya mengentaskan mereka dari keterlantaran dan kemiskinan .”
    Saya makin terbengong bengong dengan omongan bapak

    ini .

  • ” Ngomong2 bapak ini lulusan sekolah apa sih ? “.
  • ” Percaya nggak percaya dulunya saya cuma sampai sarjana ekonomi mas , tapi nasiblah yang membuat saya jadi begini “.
  • ” Lho………..kok bisa ………”. Saya terperangah dengan pengakuan bapak ini , kalau dibanding dengan bapak inipendidikan saya jauh ketinggalan dibelakang , akan tetapi saya pikir nasib jugalah yang menentukan walau kita sudah berusahase-keras2nya untuk merubah nasib kita , cuma sekarang kita tidak perlu berputus asa dalam berusaha siapa tahu ALLAH

    SWT.memberikan kita jalan yang terbaik bagi kita .

Dari obrolan saya tersebut saya bertanya dalam hati saya sendiri , mengapa banyak orang2 di Indonesia ini yang mempunyai

pendidikan tinggi atau yang paling tidak pernah mengecap bangku kuliah lebih buruk nasibnya dari pada nasib saya yang

berpendidikan hanya sampai bangku Sekolah dasar dan saya selalu bersyukur bisa memberi pendidikan buat anak saya sampai

sarjana . Kalau kita ingat2 lagi di Jakarta ada seorang pemulung yang didakwa sebagai pengedar ganja adalah juga drop uot

dari sebuah universitas atau paling tidak orang yang pernah mengecap pendidikan tinggi atau ada lagi seorang sarjana ekonomi

harus berjualan tempura keliling kampung dan juga ada seseorang yang pada waktu kuliah sering mendapat bea siswa karena

prestasinya dimana akhirnya harus berjualan bensin eceran dipinggir jalan . Maka dari cerminan diatas saya semakin yakin

bahwa ALLAH SWT. adalah sangat adil dan dimana mengharuskan kita berusaha sekuatnya untuk meraih cita2 kita dan jangan lupa

berdoa kepadanya . Tentang hasilnya hanya kita yang dapat merasakannya dan jangan lupa Kita harus selalu ingat

Manusia berusaha hanya tuhan yang akan menentukan hasilnya “.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: