” Mengapa ? “

Kecewa mengamati tingkah laku Anggauta DPR yang terhormat.

Sewaktu pertama kali melihat Pansus Bank Century saya sangat saluut dengan apa yang dikerjakan oleh Pansus Century dan sebagai rakyat kecil saya juga sangat menghargai kerja keras Pansus yang ingin menegakkan kebenaran di Indonesia tercinta ini . Baru kali ini saya melihat Anggauta Dewan berani dan berusaha keras untuk membuka sebuah kasus dengan sejelas-jelasnya yang sidang2nya bisa disaksikan oleh Rakyat banyak .

Namun ditengah pelaksanaan rapat Pansus saya jadi pesimis bahwa Pansus akan berjalan mulus , karena kita bersama bisa melihat bagaimana anggauta pansus yang harus perang mulut guna beradu ego masing2 , saling membenarkan apa yang dianggapnya paling benar dan mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak diucapkan oleh yang terhormat Anggauta DPR di depan para saksi yang diperkirakan terkait dengan skandal ini terutama didepan rakyat yang sedang menonton siaran langsung sidang2 Pansus Century.

Dari sidang2 pansus yang telah digelar , rakyat sudah bisa melihat dengan jelas Kasus Century yang telah terlaksana bahwa kesalahan prosedur ada dipihak BI , LPS , KSSK sehingga imanfaatkan oleh Robert Tantular dengan konco2nya untuk merampok uang Negara sebesar enam koma tujuh triliun rupiah ( kalau dibelikan beras untuk rakyat kira2 dapat berapa yah ? ).
Kekecewaan kami sebagai Rakyat berlanjut karena dalam perjalanannya ,anggauta Pansus terlalu banyak yang tidak sehati dalam melihat kasus Century tidak bisa melihat dengan hati yang jernih sehingga terjadi perbedaan yang sangat mencolok dalam memberikan tanggapannya .
Kita bisa mengerti jika didalam setiap kepala pasti akan lain pemikiran serta pendapatnya , tapi sebagai orang2 yang terhormat seharusnya mereka juga bisa menilai apa yang terjadi saat itu dan dari fakta2 yang ada dan didukung oleh data2 apa yang telah terjadi sebenarnya . Mereka seharusnya bisa bersama memberikan rekomendasi seperti apa yang diharapkan oleh rakyat banyak bahwa yang bersalah harus menerima resiko perbuatannya .

Beliau2 mustinya ingat bahwa Rakyatlah yang telah memilih mereka sehingga bisa duduk di Kursi Parlemen . Seharusnya beliau2 harus menyuarakan kebenaran yang terungkap dan harus sadar bahwa beliau2 adalah wakil rakyat yang bisa diharapkan sebagai perpanjangan suara rakyat agar bisa didengar oleh pemerintah , karena apabila rakyat berdemontrasi untuk menuntut sesuatu yang seharusnya jadi hak rakyat pastilah akan terbentur dengan aparat dan tidak akan pernah didengar oleh para pemimpin kita . Dan yang paling penting ingat janji2 anda sewaktu berkampanye dulu .

Pada anti klimaxnya adalah saat paripurna 02 Maret 2010 betapa kecewanya kami rakyat Indonesia yang sangat menggantungkan harapan kepada Anggauta Dewan yang terhormat ternyata para Anggauta Dewan kok bersikap seperti orang2 jalanan yang hanya mementingkan egonya masing2 .

Dan karena ketua DPR yang menutup sidang dengan tiba2 sehingga aspirasi yang akan mereka sampaikan tidak tercapai , sehingga anggauta dewan melampiaskan semua egonya , kita bukan mau mencari siapa2 yang telah membuat kisruh pada sidang paripuna ini tapi kita sebagai rakyat yang sedang melihat situasi di Ruang sidang Paripurna menjadi kecewa , dimana seharusnya para anggauta dewan bisa bersikap lebih bijaksana bagi yang ingin menyampaikan interupsi ya jangan keroyokan begitu seperti para fakir miskin yang sedang rebutan sembako saja kesannya , beliau2 yang ingin menyampaikan pendapatnya kenapa tidak bisa bersabar dan saling bergantian untuk menyampaikannya pendapatnya ( bebek aja kalau berjalan bisa mengantri )dan sebagai ketua sidang seharusnya juga bisa mengakomodir semuanya agar situasi tidak menjadi kacau . Dan apakah Anggauta Dewan tidak sadar atau tidak bisa menghormati
gedung parlemen ? apakah beliau2 ingin mempraktekkan atau meniru parlemen Korea ? nah kalau ingin baku hantam dengan sesama anggauta dewan ya jangan di Gedung Parlemen dong kan malu dilihat rakyat banyak kaya’ anak TK aja kata Alm.Gus Dur Bapak Bangsa Kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: