Memanfaatkan…….

Hukum di Tanah Air

Di Jaman Global saat ini , ternyata perilaku dari orang2 yang

punya kekuasaan dan jabatan pada saat ini ternyata kurang

berperikemanusiaan dan cenderung membenarkan segala

perilakunya . Seakan akan mereka adalah yang manusia yang

paling benar karena punya kekuasaan.
Dari berita yang

dapat kita ikuti sampai hari ini kita dapat mengikuti betapa

seorang nenek2 harus dihukum karena memungut tiga buah

cacao yang akan digunakan sebagai bibit
. Gara2 sebuah

semangka dua orang harus meringkuk di penjara.
Karena menebang kayu mindi di hutan yang akan digunakan

sebagai kayu bakar , seorang kakek2 harus menjalani

hukuman dan perkara hukum yang menimpa wong cilik

lainnya dimana gara2 memunguti kapas sisa panen yang

berserakan di tanah sehingga harus menjalani hukuman

karena sesuatu yang sangat tidak masuk diakal dan boleh

dikata sesuatu yang tidak setimpal dengan hukumannya.

Satu lagi kasus hukum terbaru dari Surabaya , karena anaknya

disengatkan lebah oleh temannya , maka seorang Kompol

harus tega mengajukan seorang anak berumur

SEMBILAN TAHUN untuk menerima akibat dari

kenakalannya dengan disidangkannya si anak tersebut di

pengadilan Negeri Surabaya.
Yang menjadi tanda tanya

besar buat kita2 ini sebagai wong cilik dan tidak punya power

atau kekuasaan apapun , apakah perilaku bangsa Indonesia

sekarang harus begini ? Dimana yang punya kuasa harus

menegakkan hukum serta keadilan dengan membabi buta

seperti ini ? dimana kepribadian bangsa Indonesia yang

terkenal cinta damai dan sopan santun ?.
Terkadang

dalam hati saya bertanya , apakah semua ini gara2

gizi orang indonesia sudah terlalu berlebihan ?

sehingga tingkah laku dan tindakan mereka2 yang pintar dan

pandai serta punya kekuasaan di negeri ini cenderung

membabi buta tanpa tengok kiri kanan dan cenderung

mengabaikan perikemanusiaan . Apakah mereka sudah

melupakan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang

santun serta cinta damai dimana setiap masalah bisa

diselesaikan secara baik2 tanpa harus mengajukan

tersangkanya ke meja hijau jika masalahnya hanya masalah

yang sepele .
Bagaimana bisa dibilang

berperikemanusiaan dan santun, kalau seorang Nenek2 atau

kakek2 dari keluarga tidak mampu bahkan anak2 harus

berurusan dengan hukum ?.
Benar dalam kasus hukum

kita tidak melihat usia atau kedudukan seseorang , tapi tolong

ditengok dahulu apa motif serta kasusnya . Jangan asal dapat

kasus lalu disidangkan . Bagaimana dengan para konglomerat

ataupun koruptor , coba tengok saja dalam kasus Bank

Century .
Kita semua yang mengikuti sidang angket di

DPR selalu geleng2 kalau mendengar pejabat2 atau mantan

pejabat Indonesia dengan entengnya mengatakan tidak ikut

bertanggung jawab dengan uang rakyat yang dikucurkan oleh

LPS ke Bank Century . Kalau di lihat dari sidang2 di DPR ,

sebenarnya secara transparan kita sudah bisa melihat siapa2

yang harus disidangkan . Kita tinggal menunggu saja

bagaimana tindakan para penegak hukum di Indonesia tercinta

ini . Jangan hanya kasus2 yang menimpa wong cilik saja yang

bisa cepat disidangkan tapi kasus besar tidak akan pernah

terselesaikan dan terkesan ber-tele2 . Kita berdo’a buat

Bapak2 atau Ibu2 Penegak Hukum , semoga diberi kelapangan

dada dan dapat memilah mana kasus yang harus disidangkan

dan mana yang cenderung prioritas . Semoga Indonesia tetap

jaya di tangan Pimpinan yang mengerti YANG BENAR

DALAH BENAR YANG HAQ ADALAH HAQ dan dapat

menjalankan amanat rakyat .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: