” Julia Perez “

Julia Perez: Kondom Perempuan

Lebih ‘Berasa’

Kapanlagi.com
Kapanlagi.com – Jumat, 13 November
Julia Perez: Kondom Perempuan Lebih ‘Berasa’

Kalau biasanya wanita malu bicara blak-blakan soal seks, namun lain halnya dengan Julia Perez. Pelantun BELAH DUREN itu mengaku tak sungkan-sungkan untuk berbagi pengetahuan seks. Menurutnya, hal itu juga perlu diketahui sebagai salah satu cara menilai pasangan.

“Pengetahuan saya tentang seks ya pastinya tinggi sekali, secara jebolan Eropa. Saking tingginya saya diceraiin karena saya lebih jago dari dia,” kelakarnya pada KapanLagi.com di acara preskon Pekan Kondom Nasional di FX Plaza Jakarta Selatan, Kamis (12/11).

“Sebelum ke sekolah-sekolah, sekarang Jupe mau jadi guru seks dulu. Kalau perempuan-perempuan biasanya malu dan kita kadang suka enggak tahu kalau laki kita jalannya mencong dikit. Nah, kita juga punya hak untuk melindungi diri dengan kondom perempuan,” lanjutnya.

Bicara soal kondom perempuan, memang alat kontrasepsi yang satu ini memang masih belum memasyarakat. Selama ini kondom dikenal sebagai ‘pelindung’ bagi kaum lelaki. Namun bagi Jupe, kondom perempuan lebih ‘berasa’.

“Ini lebih enak, lebih berasa. Karena apa, saya enggak mau hamil, jadi saya pakai ini. Tapi saya harus nikah dulu,” tegasnya.

Lalu, bagaimana sih jenis kondom favoritnya? “Kondom favoritku yang aroma durian dan lebih tipis dan lebih kuat sama yayang, eh sama yayang.. Sama Mr x maksudnya. Keceplosan deh,” candanya. (kpl/ato/bun)

DETIK.COM

Selasa, 10/11/2009 10:32 WIB
Ruhut: P19 dan Kesimpulan Tim 8 Bukti Kasus Bibit – Chandra Dipaksakan
Shohib Masykur – detikNews


Jakarta – Kesimpulan sementara dari Tim 8 dan pengembalian berkas oleh Kejagung ke Kepolisian (P19) membuktikan kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah dipaksakan. Jika memang lemah, sebaiknya kasus ini dihentikan detik ini juga.

“Sejak kemarin Kejagung mengatakan belum jelas apakah akan P21. Buktinya sekarang P19. Bagi saya, suatu kasus jangan dipaksakan. Inilah akibatnya kalau suatu kasus dipaksakan,” kata anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).

Menurut Ruhut, kasus Bibit-Chandra ini lebih merupakan bentuk konflik antarlembaga terkait perebutan wewenang. KPK yang memiliki banyak kewenangan dinilai telah ‘merebut lahan’ Kepolisian dan Kejaksaan sehingga menimbulkan upaya dari kedua institusi itu untuk memperlemah KPK.

“Padahal KPK ini kan keinginan kita bersama, harus kita hormati. Demikian juga, Kejagung dan Kepolisian juga harus kita hormati. Kita sudah benar-benar muak dengan korupsi di negeri ini. Korupsilah yang menjadikan negeri ini miskin,” kata politisi PD ini.

Menurut Ruhut, rekomendasi Tim 8 harus menjadi perhatian bagi Kejagung. Sebab Tim 8 merupakan bentukan Presiden yang diserahi tugas untuk menyelidiki masalah ini dan harus dihormati.

Sebagai pihak yang berwenang melakukan penuntutan, Kejagung seharusnya menghentikan kasus ini jika memang bukti-bukti yang disampaikan Kepolisan terlalu lemah. “Kalau memang kasus ini lemah, kenapa sih kalau dihentikan? Kasihan Kejaksaannya juga kalau diteruskan,” kata Ruhut. (sho/nrl)

<!–

–>
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

” Tahukan anda “

” ANAK YANG TELAHIR DARI IBU PEROKOK TERANCAM KANKER TESTIS “

Menurut ahli apidemiologi di Swedia, anak laki-laki yang lahir dari ibu yang merokok pada saat kehamilan,  lebih memungkinkan terkena kanker di testis mereka . Kesejajaran tren peningkatan antara kanker testikular dan paru-paru wanita  serta kanker kandung kemih , ditambah suatu hipotesis yang sudah ada sebelumnya yang mengatakan bahwa kanker testikular mungkin bermula sejak dari dalam rahim ,  menghasilkan teori bahwa ibu yang merokok pada saat kehamilan  bisa menjadi penyebab terjadinya kanker testikular.

Laporan yang dirilis Dr. Andreas Petterson dari Karolinska Hospital di Stockholm , Swedia dan rekan  itu termuat dalam International Journal of Cancer . Dalam penelitian Dr. Andreas dan rekan mengevaluasi data di Nordic Cancer Registries tentang kebiasaan merokok  di antara wanita yang tengah hamil. Selain itu mereka juga memeriksa tingkat kanker testis pada laki-laki usia antara 20 hingga 34 tahun yang berselisih usia 28 tahun dengan para wanita yang merokok saat hamil tadi . Tim periset mendapati bahwa seiring dengan tingginya kebiasaan merokok pada wanita , semakin tinggi pula kejadian kanker yang menimpa anak laki-lakinya . Menurut peneliti , asap tembakau dapat menurunkan kadar hormon-hormon kehamilan , menurunkan aliran darah plasenta , dan menghambat pertumbuhan janin .  Menurut Patterson ,  zat-zat penimbul kanker  (carcinogen) yang terdapat pada rokok memang bisa pula menyeberang hingga mencapai plasenta.

Jadi para ibu , masihkah akan merokok ?

disunting dari ” Senior “.